Pada akhirnya, wanita memang hanya bisa menunggu dan menerima. Harus menunggu lebih lama lagi?entahlah..biar Allah yang memberikan kekuatan kepadaku (dan juga kamu)..agar niat yang baik itu tak hanya sebatas niat..

Dipertemukan

Kita dipertemukan bukan karena tanpa sebab. Allah mempertemukan kita karena suatu alasan. Entah untuk menjadi teman sementara,entah untuk menjadi teman selamanya.
Baik aku maupun kamu sama2 tak bisa mendahului takdir. Kita sekarang di pertemukan,namun beberapa tahun mendatang,apakah dipertemukan kembali?
Atas janji yang telah aku ucapkan, aku serahkan semuanya kepada Allah.
Aku titipkan segala harapanku kepada Sang Pemilik Hati.
Katamu,jodoh itu berarti dipertemukan.
Ya,memang benar.
Tetapi,satu hal yg aku maupun kamu lupakan, pertemuan pasti berujung pada perpisahan.
Entah seperti apa bentuk perpisahannya nanti..
Kita dipertemukan untuk saling memberi, saling mengerti,saling memahami.
Kita dipertemukan untuk saling belajar.
Terimakasih telah mengajariku banyak hal.
Pada akhirnya,kita hanya bisa berusaha dan berdoa bahwa Allah senantiasa mempertemukan kita. Sampai pada akhirnya,segala harap terkembang menjadi nyata,atas izinNya..
Semoga,pertemuan ini,benar2 karena Nya dan untuk Nya….

Seharusnya aku bisa menjaga…..
Tapi,ah sudahlah.semua sudah terlanjur terjadi…..
Aku tak mau menyalahkan siapapun„jelas2 ini salahku…
Sampai kapanpun,aku harus bertanggungjawab. Hei,tapi kau juga harus bertangungjawab.
Aku akan berusaha semampuku untuk memenuhi janjiku. Tapi,apakah kamu akan melakukan hal yang sama?
Aku takut. Aku tak bisa memegang kata2mu…
Terlalu manis.sampai aku larut didalamnya. Tanpa sadar aku benar2 hanyut…
Semua ini harus dipertanggungjawabkan,suka tidak suka,mau tidak mau.
Aku sudah ikhlas sepenuhnya. Aku sudah menerima sepenuhnya. Tapi kamu,apakah kamu juga seperti itu?entahlah…..
Semua masih menjadi misteri. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa. Ya,hanya itu.

Sampai kapanpun laki2 jago dalam hal menebar janji. Janji janji janji. Entah kapan akan ditunaikan. Bodoh. Aku baru menyadari, ternyata ini semua tipu daya yg kau lakukan.dan aku masuk kedalam tipu dayamu.
Sudahlah lupakan janji itu. Lupakan!
Kau selalu menyuruhku ini itu.tanpa pernah kau perbaiki dirimu. Aku hanya minta satu hal padamu,tapi tak pernah sekalipun kau indahkan. Egois.
Entah sampai kapan aku bertahan menghadapimu.
Aku ingin pergi. Benar2 pergi. Pergi dari hidupmu.

Hatiku sudah terbuka,benar2 terbuka untukmu. Entah mengapa harus selemah ini. Aku tau,ada kemungkinan bahwa hati ini akan terluka. Tetapi,sepertinya kau terlalu lihai membuatku menjadi lemah. Entahlah….
Akankah harapan itu terkembang menjadi nyata?entahlah..biarkan waktu yang menjawab semuanya.
Yang jelas,saat ini aku sudah terlanjur membuka hatiku..
Dan aku siap untuk menerima segala konsekuensi apapun yang mungkin akan terjadi ke depannya…

Kamu……semoga segala doa mu dikabulkan oleh-Nya :’)

"Perempuan terdiri dari banyak harapan, banyak keraguan, dan ketakutan mengharapkan kepastian. Tapi saat dijanjikan, takut untuk memberikan kepercayaan."

Purbaningsih Sasanti

(via kurniawangunadi)

Karenanya,sangat sulit bagiku untuk mempercayai janjimu.

Saat janji itu tersampaikan olehmu…haruskah aku percaya bahwa kau tak akan pergi?
Haruskah aku menunggu sampai batas waktu yang aku kira tak akan mungkin bisa tergapai?
Kau bilang itu mungkin.
Tapi,tidak denganku..
Kau,datang memintaku untuk menunggu..menunggu akan satu hal yang entahlah penting atau tidak.
Setelah itu,kau mengucap janji.
Selanjutnya,apalagi yang kau lakukan?
Yang jelas,percaya atau tidak akan janjimu,aku yakin pada akhirnya kau pasti akan pergi

“pertemanan adalah ruang yang nyaman untuk jatuh cinta”

zarry hendrik

Begitukah?

Tiba2 umi bilang:sar,gak usah di asrama ya. Nanti rumah jadi sepi karena udah gak ada yg rame lagi. Hani udah ke bandung,masa umi ditinggalin lagi sih sama kamu?
Pengumuman belum ada..entahlah, aku selalu minta yg terbaik sama Allah….
Sedih bgt umi bilang gitu..pdhl kalaupun memang di asrams toh jarak depok-citayam tidak sejauh jatinangor-citayam kan?